Enam tahun setelah peluncuran WH-1000XM4, Sony kembali menarik perhatian penggemar audio dengan menghadirkan varian terbaru yang disebut XM4C. Model ini datang di tengah persaingan sengit antara Sony dan Bose dalam hal peredam bising, di mana setiap generasi baru selalu berusaha mengalahkan yang sebelumnya.
Pada akhir 2020, XM4 langsung menjadi favorit karena kualitas suaranya yang jernih, fitur ANC yang kompetitif, serta ukurannya yang ringkas. Banyak pengguna masih setia memakai model lama ini hingga sekarang karena performanya yang masih mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran XM4C ini seolah menjadi jawaban Sony terhadap ekspektasi pasar yang terus berkembang. Pengguna yang sudah lama memakai XM4 kini bisa melihat apakah pembaruan ini layak untuk upgrade tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk model kelas atas terbaru.
Dari sisi industri, kesuksesan XM4 dulu ikut mendorong standar baru di segmen headphone nirkabel, terutama dalam hal keseimbangan antara kualitas audio dan kenyamanan pemakaian jangka panjang. Banyak kompetitor kemudian meniru pendekatan Sony dalam merancang produk yang tidak hanya fokus pada satu aspek saja.
Selain itu, model ini juga mencerminkan tren konsumen yang semakin menghargai produk yang sudah terbukti andal daripada selalu mengejar generasi terbaru yang lebih mahal. Bagi sebagian orang, XM4C bisa menjadi opsi menarik untuk mendapatkan pengalaman serupa dengan harga yang lebih terjangkau.
Secara keseluruhan, langkah Sony ini menunjukkan bahwa mereka masih melihat potensi besar pada lini XM4 yang legendaris. Alih-alih sepenuhnya beralih ke model premium, mereka memilih untuk memperbarui fondasi yang sudah kuat dan disukai banyak orang.






