Samsung baru saja menurunkan harga The Frame ukuran 55 inci sebesar 200 dolar dari harga normalnya. Buat yang belum tahu, TV ini bukan sekadar perangkat hiburan biasa. Saat tidak dipakai nonton, layarnya bisa menampilkan berbagai karya seni sehingga ruangan terasa seperti galeri pribadi.
Desainnya memang dibuat berbeda. Bingkai di sekeliling layar sengaja dibuat menyerupai pigura kayu asli, sementara permukaan layarnya matte supaya tidak silau dan lebih mirip kanvas. Fitur Art Mode ini yang jadi daya tarik utama, apalagi kalau kamu suka mengatur suasana rumah tanpa harus ganti-ganti hiasan dinding.
Buat keluarga yang sering menerima tamu, The Frame bisa jadi solusi praktis. Kamu tinggal pilih tema seni yang sesuai mood atau acara, misalnya lukisan modern saat weekend atau foto keluarga saat hari biasa. Semua bisa diatur lewat aplikasi di ponsel tanpa ribet.
Diskon ini membuat The Frame lebih terjangkau bagi orang yang ingin punya TV berkualitas tapi tetap peduli estetika interior. Banyak orang masih ragu beli TV besar karena takut merusak tampilan ruangan, padahal The Frame justru dirancang untuk menyatu dengan dekorasi.
Selain itu, pendekatan Samsung lewat The Frame menunjukkan tren TV yang semakin mengarah ke lifestyle. Bukan cuma soal resolusi atau refresh rate, tapi bagaimana perangkat bisa beradaptasi dengan kebutuhan sehari-hari di rumah. Ini bisa mendorong kompetitor lain untuk menghadirkan fitur serupa di masa depan.
Kalau kamu sedang renovasi atau ingin menyegarkan ruang tamu, timing diskon seperti ini cukup menarik untuk dipertimbangkan. The Frame menawarkan dua fungsi sekaligus tanpa perlu beli perangkat tambahan, sehingga bisa menghemat ruang dan biaya dekorasi jangka panjang.
