Cara UMKM Mengelola Modal Usaha Agar Pertumbuhan Bisnis Tetap Stabil dan Aman

0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), modal adalah bahan bakar utama. Namun, banyak bisnis yang memiliki omzet besar justru tumbang karena pengelolaan arus kas yang berantakan. Mengelola modal bukan sekadar tentang memiliki uang di bank, melainkan tentang bagaimana mengalokasikannya secara strategis agar bisnis tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Read More

Berikut adalah langkah-langkah praktis bagi UMKM untuk mengelola modal usaha dengan stabil dan aman:


1. Pisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis

Kesalahan paling umum pelaku UMKM adalah mencampur uang dapur dengan uang usaha. Tanpa pemisahan rekening, Anda akan kesulitan mengukur keuntungan bersih yang sebenarnya.

  • Tips: Tetapkan “gaji” untuk diri sendiri setiap bulan agar Anda tidak mengambil sisa saldo usaha untuk keperluan pribadi secara acak.

2. Prioritaskan Pengelolaan Arus Kas (Cash Flow)

Dalam dunia bisnis, cash is king. Bisnis bisa saja terlihat untung di atas kertas, namun jika uangnya masih tertahan di piutang pelanggan sementara tagihan supplier sudah jatuh tempo, bisnis Anda berada dalam bahaya.

  • Langkah: Pantau laporan arus kas harian atau mingguan. Pastikan uang masuk lebih cepat daripada uang keluar.

3. Alokasikan Keuntungan untuk Cadangan Kas

Jangan habiskan seluruh keuntungan untuk keperluan konsumtif atau langsung diekspansi habis-habisan. Sisihkan minimal 10% hingga 20% dari laba bersih sebagai dana darurat.

  • Fungsi: Dana ini menjaga stabilitas bisnis saat terjadi penurunan daya beli masyarakat atau kenaikan harga bahan baku yang mendadak.

4. Bijak dalam Menggunakan Hutang

Pinjaman modal bisa menjadi pendongrak bisnis jika digunakan untuk hal produktif, seperti membeli mesin baru atau menambah stok barang. Namun, hindari berhutang untuk biaya operasional rutin atau gaya hidup kantor.

  • Aturan Aman: Pastikan cicilan hutang tidak melebihi 30% dari total pendapatan bulanan agar beban bunga tidak mencekik operasional.

5. Lakukan Inventarisasi secara Berkala

Modal yang “mati” seringkali menumpuk di gudang dalam bentuk stok barang yang tidak laku. Lakukan evaluasi produk mana yang paling cepat terjual (fast-moving) dan mana yang lambat (slow-moving).

  • Strategi: Kurangi stok produk yang sulit terjual dan fokuskan modal pada produk yang memberikan perputaran uang lebih cepat.

6. Gunakan Teknologi untuk Pencatatan

Pencatatan manual sangat rentan terhadap kesalahan manusia (human error). Saat ini sudah banyak aplikasi akuntansi sederhana yang terjangkau atau bahkan gratis untuk membantu UMKM memantau posisi keuangan secara real-time.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related posts